here. there. everywhere.

Welcome. I'm Emi - and here you can find my daily scattered thoughts.

The easiest way to navigate around is.. click one of the buttons ABOVE. Hope you find something that fascinates you :)
Recent Tweets @@emiralda

Originally posted in Facebook note, July 28, 2010.

I accidentally bumped into this writing, perhaps this is universe giving me a gentle reminder a week before Ramadhan..

Tentang Keikhlasan

Hari ini saya belajar tentang keikhlasan beribadah dari cerita seorang sahabat.

Sahabat saya, yang biasanya beribadah seadanya dan hanya ritual formal semata, entah karena angin apa, mulai berusaha memperbaiki diri. Malu sama umur, katanya pada saya secara bercanda :)

Pagi ini, dia bercerita pada saya. Semalam ketika sedang shalat Isya, tiba-tiba terlintas dalam pikirannya bahwa sudah beberapa minggu ini dia tidak putus mengerjakan shalat tahajud. Bagi dia yang biasa beribadah seadanya, jelas ini suatu kebanggaan tersendiri. Saya saja sampai ikut terkagum-kagum :)

Tapi ternyata tak disangka-sangka, dini hari tadi, shalat tahajudnya terlewatkan. Padahal sekitar jam 3 pagi dia sempat terbangun. Lalu alarm hpnya berbunyi jam 4 pagi - dia juga sempat terbangun. Tapi apa daya, kemudian dia tertidur sangat lelap dan baru terbangun persis ketika adzan subuh berkumandang.

Tuturnya pada saya, astagfirullah, mungkin semalam ada rasa sombong dan tidak ikhlas ketika dia mengingat-ingat shalat tahajudnya yang tak putus selama beberapa minggu terakhir.

Sepanjang shalat subuhnya, dia benar-benar menyesali, bahkan hingga menangis karena shalat tahajud yang terlewatkan itu. ‘Sungguh Allah Maha Berkehendak, rasanya teguran seperti itulah memang yang saya butuhkan, agar saya tetap berusaha menjaga keikhlasan ibadah saya’, kisahnya. Sampai pagi ini sewaktu bercerita pada saya, nada muramnya masih terdengar nyata.

Saya sudah berusaha menghiburnya dengan mengatakan bahwa sudahlah.. yang penting ibadah yang wajib tidak terlewatkan dan besok-besok insya Allah masih akan ada lagi kesempatan untuk shalat tahajud.

Tapi mendengar nada muramnya yang sedemikian nyata, sungguh saya iri padanya. Iri bagaimana dia begitu menyesali shalat tahajudnya yang terlewatkan, padahal shalat tahajud bukanlah sesuatu yang wajib. Iri bagaimana sepertinya ia begitu merindu mengadu pada Allah di sepertiga malam terakhir. Iri mengapa saya belum bisa sepertinya, bahkan untuk ibadah yang wajib.

Hari ini dua minggu menjelang Ramadhan. Hari ini, melalui cerita seorang sahabat, saya seperti sedang diingatkan. Mudah-mudahan sedikit demi sedikit, dan perlahan-lahan saya bisa menjadi seperti dirinya. Amiin :)