here. there. everywhere.

Welcome. I'm Emi - and here you can find my daily scattered thoughts.

The easiest way to navigate around is.. click one of the buttons ABOVE. Hope you find something that fascinates you :)
Recent Tweets @@emiralda

It’s midnight and I’m done with Gelombang.

*now how many more years before we get to read the Supernova’s next episode, Dee?

Just have your cake, and eat it too πŸ˜‰ – View on Path.

..sesungguhnya bagi saya, empat tahun yang lalu bukanlah tentang keberhasilan menulis sebuah buku 😊

Tapi mungkin.. tentang memulai sesuatu, dan (benar-benar) menyelesaikannya. Tentang (tak sengaja) menemukan sebuah ‘passion’ dan menikmatinya. Tentang melatih menstrukturkan kata-kata (yang mengalir deras dari otak lalu ke mulut saya yang super bawel ini), dan mendokumentasikannya menjadi tulisan, agar tak berlalu begitu saja 😊

Tentang berulang kali mengatakan ‘I write to keep myself sane’. Tentang menikmati empat jam kemacetan Jakarta setiap harinya dengan menulis di blackberry yang kemudian rusak hampir semua tombol hurufnya setelah setahun saya paksa bekerja keras 😊

Tentang mematahkan argumen ‘Saya Yang Tak Pandai Menulis’ http://bit.ly/1ybAQB8 😊

Tentang membuktikan bahwa ‘It’s so easy when you want to - but so hard if you want to.’ 😊

..dan mungkin, tentang mewujudkan mimpi.

Happy 4th birthday NulisBuku - thanks for the good times racing for 99 writers deadline (and so many more good times), and the good friends-slash-aspiring-writers that I find through you 😊 - some-of-which then became my bestfriends-for-life ❀️

Keep on inspiring! with Ollie, Nina, Nenden, Lala, and FDV – View on Path.

#repost - renungan Idul Adha.

Tentang Rizqi.

"Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu, tapi rizqimu tahu di mana engkau.
Dari langit, laut, gunung dan lembah, Rabb memerintahnya datang menujumu.
Allah berjanji menjamin rizqimu, maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.

Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki;
Melainkan menyiapkan jawaban “dari mana?” dan “untuk apa?” atas tiap karunia.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia;
Namun alpa bahwa hakikat rizqi bukan tertulis dalam angka; tapi apa yang dinikmatinya.
Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya;
Demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.

Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita.
Bekerja itu bagian dari ibadah, sedang rizqi itu urusanNya.
Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat.
Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita, Allah taruh sekehendakNya.

Bukankah Hajar berlari tujuh kali antara Shafa dan Marwa, tapi zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya?

Ikhtiar itu laku perbuatan.
Rizqi itu kejutan.
Ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa, dari arah tak terduga.
Tugasnya hanya menempuh jalan halal, Allah-lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi, yang terpenting di tiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia;
Jaga sikap saat menjemputnya dan menjawab pertanyaanNya, “Buat apa?”

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia;
Lupa bahwa semua hanya ‘hak pakai’ yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan di’adzab.

Dengan itu kita mohon ‘Ihdinash shiraathal mustaqiim’;
Petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas di dunia dan nikmat ridhaNya di akhirat.
Bukan jalannya orang yang terkutuk apalagi jalan orang yang tersesat.

Maka segala puji bagi Allah; hanya dengan nikmatNya-lah maka kesempurnaan menjadi paripurna.”

~dari renungan Jumat seorang imam di masjid kecil di kawasan Ciputat.

..karena mungkin memang, ikhlas adalah wujud rasa syukur yang tertinggi. Kalaulah layak berharap, sedikit saja dari teladan keikhlasan Ibrahim a.s. dan Ismail a.s. Aamiin πŸ˜‡

Selamat Idul Adha 1435 H. – View on Path.

Just when you thought you’ll never cross path again, life has its own way to surprise you ❀️

The lovely long-lost-Vevey-Mexico(-almost) China friend! ❀️

Catching up with mbak @inesgulardi ❀️

Things you’d do for a bestfriend..

..saying ‘yes’ to host her wedding - standing in the stage, holding the mic all day long without preparing any notes, trying your best to remember not to speak too fast - both in Bahasa and English (that’s the toughest part πŸ˜‰) - though I couldn’t hold back the craziness inside me πŸ˜‚

Oh well, there’s always first time for everything, isn’t it?

I’m soooo happy for you and Jeff - thanks soo much for letting me be a part of your special day! ❀️

peace-be-upon-us:

INDONESIA

muhammadanmuslim:

1. Makhachkala Grand Mosque - Dagestan, Russia

2. Akhmad Kadyrov Mosque - Chechnya, Russia

3. Sultan Ahmed Mosque - Istanbul, Turkey

4. Qolsharif Mosque - Tartarstan, Russia

5. Badshahi Mosque - Lahore, Pakistan

6. Masjid al-Haram - Makkah, ArabiaΒ 

7. Putra Mosque - Putrajaya, Malaysia

8. Hassan II Mosque - Casablanca, Morocco

9. Masjid an-Nabawi - Madinah, Arabia

10. Omar Ibn al-Khattab Mosque - Berlin, Germany

(via peace-be-upon-us)

”..memang mungkin ternyata, yang akan kita rindukan tentang Ramadhan bukanlah janji surga, lipat ganda pahala atau berkah berlimpahan..

..melainkan sebagian diri kita yang lain, yang terasa begitu dekat dengan Tuhan, selama Ramadhan..”

Semoga Ramadhan tak membawa pergi apa-apa yang harusnya tetap tinggal di dalam hati. Agar ikhlas, sabar dan syukur tetap terjaga hingga nanti saat Ramadhan kembali menjumpai. Insya Allah.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengijabah untaian doa dan pinta, dan memudahkan langkah untuk menjadi lebih baik setiap harinya.

Selamat Idul Fitri 1435 H, mohon diikhlaskan segala khilaf πŸ˜‡

Some days it storms; some others it shines.

After all, that’s how flowers grow.

Three former bosses, the current one, and a successor slash bestfriend. Today’s souvenir of so-many-years-of-service awarding night.

Life is a journey, just so you know;
It’s you who to decide where to go.

Up a mountain or down a hill;
Go dear, wherever you will.

Whether this, that or some others;
Just as long as you’re happy,
at the end of the day, that’s all that matters.

~written for a dear friend 😊

Like what I said yesterday, a little piece of me dies inside, when someone I felt close at heart left.

Each and every time πŸ˜”

I didn’t have the chance to take a picture with you, Tiwi.. and I don’t feel the need to;

because anyway;

I’m always just a phone call (or a whatsapp) away!

This is not farewell, this is a see-you soon. All the very best for you, Tiwi! with Pratiwi Dian – View on Path.

My dad saw me reading in my room and asked, “What’s that?”

Me, “Eerr.. Nothing.”

Showed him the book, though. He looked at a glance.

"Oh. But you only read English books or at least good quality of Indonesian literature ever since your Elementary days."

He sounded as if something was wrong.

"Oh well, Dad.. At least this is in English.. I’ve spared the serious readings at work.."

Me - trying to justify myself, feeling as if I was caught doing something wrong.

All because a book titled ‘Desperate in Dubai.’

*that’s when I decided to download TwoDots - pundung dibilang bacaannya ajaib, lalu pindah main game.. malah makin gak mutu 😐 – Read on Path.

Will this Two Dots be the new addiction post Candy Crush and 2048?

*gara-gara instagramnya Lisa 😐 – View on Path.